PENGEMBANGAN ASESMEN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN WORDWALL: PGMI IAI YASNI BUNGO DORONG PENDIDIK KUASAI MEDIA DIGITAL INTERAKTIF

Bungo, 29 Mei 2024 — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam Yasni Bungo kembali menggelar kegiatan pengembangan profesionalisme pendidik melalui workshop bertema “Pengembangan Asesmen Pembelajaran Menggunakan Wordwall.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dosen, mahasiswa, dan guru dalam merancang asesmen pembelajaran berbasis digital yang interaktif dan menyenangkan.

Dalam workshop yang berlangsung di laboratorium micro teaching kampus IAI Yasni Bungo ini, para peserta diajak untuk mengenal dan mempraktikkan langsung penggunaan Wordwall, sebuah platform digital yang memungkinkan guru membuat berbagai jenis kuis, teka-teki silang, roda keberuntungan, dan berbagai bentuk evaluasi lainnya yang menarik bagi siswa.

Narasumber dalam kegiatan ini, seorang dosen ahli media pembelajaran dari PGMI, menjelaskan bahwa asesmen berbasis Wordwall sangat sesuai untuk digunakan dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran aktif dan berpusat pada siswa. Selain itu, asesmen berbasis teknologi juga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan mempercepat umpan balik terhadap hasil pembelajaran.

Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan, terutama saat sesi praktik langsung membuat dan membagikan asesmen Wordwall melalui perangkat masing-masing. Mahasiswa PGMI mengaku kegiatan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana asesmen bisa dikemas secara lebih modern, menarik, dan tetap efektif.

Ketua Program Studi PGMI IAI Yasni Bungo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemampuan mengembangkan asesmen digital kini menjadi salah satu kompetensi penting bagi calon guru. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dan para pendidik agar siap menghadapi era pendidikan digital yang terus berkembang.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PGMI IAI Yasni Bungo menegaskan komitmennya dalam mencetak pendidik yang tidak hanya memahami teori pembelajaran, tetapi juga mampu menerapkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat madrasah ibtidaiyah.