Membangun Kepercayaan Diri Lewat Sentuhan Psikologi

Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tak lagi sekadar sebagai pengajar, melainkan juga sebagai pendamping psikologis bagi siswa. Menjawab tantangan tersebut, Institut Agama Islam Yasni Bungo menggelar sebuah seminar inspiratif bertajuk "Teknik Psikologi Guru dalam Membangun Percaya Diri Siswa", dengan menghadirkan narasumber profesional, Wiwin Narti, M.Psi., Psikolog. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi dosen, pendidik, khususnya guru dan calon guru, untuk memahami lebih dalam bagaimana pendekatan psikologi dapat membantu membangun rasa percaya diri siswa di dalam kelas. Dalam suasana santai namun penuh makna, Wiwin Narti membagikan berbagai teknik praktis yang bisa langsung diterapkan dalam proses pembelajaran. “Banyak siswa yang sebenarnya cerdas, tapi tidak berani tampil atau berpendapat. Di sinilah guru harus hadir, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai penyemangat yang tahu cara menyentuh sisi emosional dan psikologis anak,” ungkap Wiwin Narti dalam salah satu sesi. Materi yang disampaikan tidak hanya teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik, studi kasus, serta strategi menghadapi siswa dengan kepercayaan diri rendah. Para peserta juga mendapatkan e-modul, sertifikat, serta penguatan softskill yang berguna dalam membangun relasi positif dengan peserta didik.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara. Banyak dari mereka mengaku mendapatkan sudut pandang baru tentang pentingnya peran psikologi dalam dunia pendidikan. “Saya merasa tercerahkan. Ternyata banyak hal kecil yang kita lakukan sebagai guru bisa sangat berpengaruh pada mental siswa. Seminar ini luar biasa membuka wawasan,” ungkap salah satu peserta. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan refleksi bersama, yang mempertegas bahwa membangun kepercayaan diri siswa bukan hanya soal keberanian mereka, tapi juga soal sejauh mana guru mampu menciptakan ruang belajar yang aman, suportif, dan memberdayakan.

Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan para guru dan tenaga pendidik dapat membawa semangat baru dalam mendampingi tumbuh kembang siswa, tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara mental dan emosional.