Kegiatan Tari Club Mahasiswa PGMI Angkatan Ganjil 2021: Melestarikan Budaya Lewat Gerak dan Irama

Sebagai bagian dari upaya pembinaan bakat dan minat mahasiswa, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam Yasni Bungo menyelenggarakan kegiatan Tari Club yang diikuti oleh mahasiswa angkatan ganjil tahun 2021. Kegiatan ini berlangsung secara rutin di lingkungan kampus dan menjadi salah satu sarana pengembangan soft skill serta pelestarian budaya daerah.

Tari Club menjadi wadah kreatif bagi mahasiswa PGMI yang memiliki minat dan bakat di bidang seni tari, khususnya tari tradisional. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyalurkan hobi, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang mencintai seni budaya, mampu bekerja sama dalam tim, serta memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai estetika dan warisan budaya bangsa.

Dalam pelaksanaannya, peserta Tari Club mendapatkan pelatihan dari instruktur tari berpengalaman yang membimbing mereka mengenal berbagai jenis tarian daerah, teknik gerakan, serta makna filosofis di balik setiap koreografi. Beberapa tarian yang diajarkan antara lain Tari Zapin, Tari Indang, dan Tari Saman, yang semuanya mencerminkan kekayaan budaya Melayu dan Islam Nusantara.

Semangat mahasiswa sangat terlihat dalam setiap sesi latihan. Mereka tidak hanya berlatih untuk tampil di kegiatan kampus, tetapi juga berperan sebagai duta budaya dalam berbagai event dan pagelaran seni, baik di dalam maupun luar kampus. Hal ini turut memperkuat identitas budaya kampus IAI Yasni Bungo sebagai lembaga pendidikan Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai lokal dan kearifan budaya bangsa.

Kegiatan Tari Club ini mendapat dukungan penuh dari pihak program studi dan kampus, karena diyakini mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berjiwa seni, berbudaya, dan berkepribadian Indonesia.

Melalui Tari Club, PGMI IAI Yasni Bungo tidak hanya mencetak calon guru yang siap mengajar, tetapi juga pendidik yang mampu menjadi agen pelestari budaya di tengah arus globalisasi yang kian deras.